Super Junior

Mei 18, 2009 at 12:41 pm (Uncategorized)

Super Junior (Korea: 슈퍼주니어), atau lebih dikenal dengan SJ atau SuJu (Korea: 슈주), merupakan sebuah grup musik R&B yang berasal dari Seoul, Korea Selatan. Anggotanya berjumlah 13 orang yaitu Leeteuk, Heechul, Han Geng, Yesung, Kang-In, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum, dan Kyuhyun. Album perdananya ialah SuperJunior05 (TWINS), dirilis pada tahun 2005.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Fahrenheit

Mei 18, 2009 at 12:28 pm (Uncategorized)

Berkas:Fahrenheit,2nd album.jpg

Fahrenheit adalah boyband Taiwan yang terdiri dari empat orang anggota, Wu Chun, Jiro Wang, Calvin Chen, dan Aaron Yan. Masing-masing merepresentasikan empat musim, Calvin Chen direpresetasikan dengan musim semi yang hangat, Jiro Wang sebagai musim panas; Wu Zun direpresentasikan dengan musim gugur dan Aaron Yan direpresentasikan dengan musim dingin. Mereka menjadi terkenal di Taiwan berkat melejitnya serial drama yang dibintangi anggota Fahrenheit seperti Hanazakari no Kimitachi e, KO One, dan Tokyo Juliet. Album perdana mereka yang berjudul Fahrenheit laku keras, dan begitu pula book foto pertama mereka. Pada acara penandatanganan buku foto, mereka setidaknya harus menandatangani 25 ribu buku foto yang sudah dibeli para penggemar.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

J-rocks

Mei 18, 2009 at 12:06 pm (Uncategorized)

preskon mtv staying alive 2008

J-Rocks adalah band yang berdiri pada tahun 2003 dengan personil Iman (vokal, gitar), Sony (gitar), Wima (bas), dan Anton (drum). Aliran band mereka adalah Japanese pop/rock. Album perdana mereka, Topeng Sahabat dirilis pada tahun 2005 dan mengisi dua lagu di album OST Dealova yaitu “Into the Silent” dan “Serba Salah”. Saat ini mereka dinaungi oleh label Aquarius Musikindo. Pencinta J-Rocks biasa disebut J-Rockstars.

Banyak fans fanatik band Jepang L’Arc~en~Ciel di Indonesia yang menuding bahwa dalam membuat lagunya, J-rocks meniru lagu-lagu L’Arc~en~Ciel. Sangat wajar bila beberapa lagu J-rocks mirip dengan lagu-lagu Laruku karena J-rocks memang terinspirasi oleh band yang satu ini. Dan juga J-Rocks terinspirasi oleh Muse.

J-Rocks
Nama J-rocks sempat menjadi kontroversi di kalangan pecinta musik jepang di indonesia. Nama ini seakan mewakili genre Japanese Rock. Inspirasi nama J-ROCKSTARS adalah dari sebuah stiker bertuliskan ROCKSTAR, dengan harapan suatu saat akan menjadi Rockstar. Dan ditambahkan huruf J di depannya untuk mewakili band itu sendiri dengan alasan J bisa berarti Jepang karena awalnya mereka memainkan J-Music, Jakarta karena mereka berasal dari Jakarta, Jujur dalam bermusik dalam artian memainkan apa yang bener-bener mereka suka dan ingin memainkan musik yang ber-soul (jiwa). Dan akhirnya karena permasalahan pengucapan akhirnya nama J-ROCKSTARS disingkat menjadi J-ROCKS. Nama J-ROCKSTARS sendiri akhirnya menjadi nama fans J-ROCKS.

Awal 2004 JRS (singkatan dari J-ROCKSTARS) mengikuti festival musik Nescafe Get Started 2004 yang disponsori oleh Nescafe, Trans TV dan Aquarius Musikindo. Mereka berhasil menjuarai festival tersebut dan berkesempatan membuat album kompilasi Nescafe Get Started yang merupakan awal bentuk kerjasama mereka dengan Aquarius Musikindo. Dan akhirnya pertengahan 2005 mereka berhasil meluncurkan album perdana nya yang bertajuk “Topeng Sahabat” dengan label Aquarius.

Band ini semakin dikenal sejak munculnya album kedua berjudul Spirit, J-Rocks memasukkan bermacam-macam beat dan aliran musik seperti Rock ‘n Roll (Juwita Hati), Waltz/ Victorian (Tersesal), Blues, Classic, dan masih banyak lagi.

Pada lagu berjudul Kau curi lagi mereka memperkenalkan gitaris wanita, Prisa Rianzi. Dan pada lagu Juwita Hati mereka membuat video klip di Jepang yang digarap oleh Hedy Suryawan. Shalvynne Chang , Sato , Boppy pada video klip ini berperan sebagai fans J-Rocks yang mengejar idolanya dari Indonesia sampai ke Jepang. Konsep yang menarik membuat video klip ini populer di Indonesia.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Daniel Pedrosa

Mei 18, 2009 at 11:50 am (Uncategorized)

Pedrosa on French pole by a whisker

Daniel Pedrosa (lahir di Sabadell, Spanyol, 29 September 1985; umur 23 tahun). Ia mulai debut balap grandprix motor pada tahun 2001 di kelas GP 125 cc bersama tim Telefonica movistar Honda JR, dan meraih posisi ke 8 klasemen akhir. Tahun 2002 ia membalap di tim yang sama dan meraih juara 3 dunia GP 125 cc. Di musim balap 2003 bersama tim Telefonica movistar Honda JR, ia merebut juara dunia GP 125cc dengan poin 223. Di tahun 2004 ia pindah ke kelas 250 cc dan bergabung dengan tim telefonica movistar Honda 250, dan langsung merebut juara dunia GP 250cc. Tahun 2005 ia kembali mendominasi balapan dan mempertahankan gelar juara dunia GP 250 cc. Di musim balap 2006 ia pindah ke kelas MotoGP dan membalap untuk tim Repsol Honda, bersama pembalap Amerika Nicky Hayden.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

VALENTINO ROSSI

Mei 14, 2009 at 12:15 pm (Uncategorized)

Berkas:Valentino Rossi 2007 Oct.jpg

Valentino Rossi (lahir di Urbino, Italia, 16 Februari 1979; umur 30 tahun) adalah seorang pembalap di balap grandprix motor dunia setelah era Michael Doohan, dengan titel juara dunia di empat kelas yang berbeda yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun berkarir.Putra dari mantan pembalap GP 250 cc Graziano Rossi dan Stefania Palma ini memegang banyak rekor dan prestasi yang diraihnya melampaui banyak seniornya. Total pembalap eksentrik ini membukukan 8 gelar juara dunia, sekali di kelas 125cc, sekali di kelas 250cc, dan enam kali di kelas puncak, 500cc dan MotoGP

Julukan Rossi

Dalam perjalanan balapnya rossi kerap berganti julukan dan melakukan hal-hal yang menarik perhatian dan menghibur. Ia beralasan bahwa semuanya itu dilakukan dimulai dengan niat bersenang-senang dan melakukan sesuatu yang lucu.

Rossifumi Julukan Rossi yang diciptakan oleh temannya saat Rossi membalap di kelas 125cc julukan ini tercipta karena Rossi kagum dengan pembalap Jepang yang khas dengan rambut panjangnya, Norick Abe yang saat itu berumur 17 tahun dan dengan gigih bertarung dengan Michael Doohan dan Kevin Scwantz dikelas 500cc, karena nama asli pembalap Jepang itu Norifumi Abe maka Rossi dijuluki Rossifumi.Tahun 2004 Rossi dan Abe sama-sama membela Yamaha berada dalam beda tim namun satu grafis,yaitu dominasi warna biru.Rossi berada di tim Gauloises Fortuna Yamaha Team sedangkan Abe bernaung di Fortuna Gauloises Tech 3 Yamaha Team.

Valentinik Julukan ini berasal dari tokoh kartun Daffy Duck yang menjadi superhero yang di Italia bernama Paperinik. Julukan ini dipakainya pada saat membalap di kelas 250cc.

The Doctor Setelah naik ke kelas 500cc pada musim 2000 Rossi menjuluki dirinya dengan The Doctor karena membalap di kelas 500cc butuh keseriusan dan ia merasa dirinya bukan anak kecil lagi, selain itu ia juga menyukai ide sebagi illmuwan gila dan melakukan eksperimen edan, ia menganggap pantas memakai julukan itu setelah mendapatkan prestasi sebagai juara dunia.”Di balap 500cc kita tidak butuh superhero. Yang kita perlukan cuma tenang, kalem, dan pemikir seperti dokter,”ucapnya. Disamping itu, nama Valentino di Italia kebanyakan digunakan oleh para dokter. Ia juga mulai mengurangi perayaan kemenangan yang dianggapnya sudah tak pantas ia lakukan. “Cukup dengan melambai seperti pembalap lain, lalu malamnya pesta habis-habisan bareng sahabat-sahabat saya.”

Prestasi

1985 Go-kart pertama.

1989 Debut balap karting 60cc.

1990 Juara kejuaraan karting regional 60cc, menang sembilan kali.

1991 Peringkat 5 di Kejuaraan Junior go-kart Italia ; pertama terjun dalam balapan minimoto.

1992 Juara Italian minibike Endurance.

1993 Peringkat 12 Italian 125cc Sport Production championship, dengan motor Cagiva.

1994 Juara Italian 125cc Sport Production, dengan motor Cagiva.

1995 Juara nasional Italia 125cc; peringkat 3 125cc Kejuaraan Eropa; peringkat 11 di Kejuaraan, Spanish Open 125cc semuanya dengan motor Aprilia.

1996 Peringkat 9 Grandprix 125cc, Scuderia AGV, peringkat 10 kejuaraan Eropa 125cc dengan motor Aprilia.

1997 Juara Dunia Grandprix 125cc, Nastro Azzurro Aprilia, Meraih 11 kemenangan dari 15 balapan, Termasuk menjuarai GP di sirkuit Sentul.

1998 Runner up Grandprix 250cc, Nastro Azzurro Aprilia.

1999 Juara Dunia Grandprix 250cc, Aprilia Grand Prix.

2000 Runner up Grandprix 500cc, Nastro Azzurro Honda.

2001 Juara Dunia Grandprix 500cc, Nastro Azzurro Honda.

2002 Juara dunia Motogp, Repsol Honda Team.

2003 Juara dunia Motogp, Repsol Honda Team.

2004 Juara dunia Motogp, Gauloises Fortuna Yamaha team.

2005 Juara dunia Motogp, Gauloises Yamaha team.

2006 Runner Up Motogp, Camel Yamaha team.

2007 Peringkat 3 Motogp, Fiat Yamaha team.

2008 Juara dunia Motogp, Fiat Yamaha team.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

THE CHANGCUTERS

Mei 14, 2009 at 11:59 am (Uncategorized)

The Changcuters merupakan sebuah grup musik asal Bandung, Indonesia. Grup musik yang dibentuk pada tahun 2004tanggal 19 september ini beranggotakan Mohammad Tria Ramadhani alias Tria (vokal), Muhammad Iqbal atau Qibil (backing vocal & gitaris), Arlanda Ghazali Langitan atau Alda (gitaris), Dipa Nandastra Hasibuan atau Dipa (bassis), dan Erick Nindyoastomo alias Erick (drummer). Album pertamanya adalah Mencoba Sukses (2006) dan diikuti album kedua (repackaged) Mencoba Sukses Kembali dirilis pada tahun 2008. Band ini umumnya bergenre rock.

Berdirinya band ini diprakarsai oleh Dipa, Tria dan Qibil yang teman sekampus. Mereka pun mengajak Alda dan Erik, yang juga teman Qibil main band saat SMU. Nama The Changcuters bukan bermakna jorok atau berasal dari Bahasa Sunda yang berarti pakaian dalam pria. Tapi berasal dari nama seorang sahabat, Cahya, yang popular di mata mereka lantaran lucu.

Nama The Changcuters mulai dikenal sejak membintangi iklan ‘’Flexi’’ dengan jargon ‘’beuu’’. Sebelum itu, mereka telah merilis album pertama di bulan Agustus 2006 berjudul Mencoba Sukses. Album tersebut lahir dengan bantuan Uki Peterpan, termasuk dalam proses membuat master, proses duplicating kaset dan CD, jadwal studio rekaman dan biaya lainnya. Sayang album ini kurang sukses di pasaran. Lewat bantuan Uki pula The Changcuters bisa menembus Sony BMG. Setelah bergabung dengan Sony BMG, album kedua pun dirilis tahun 2008. Pada tahun yang sama, The Changcuters juga membintangi film berjudul The Tarix Jabrix. Tak hanya membintangi, beberapa soundtrack dalam film ini menggunakan lagu yang ada dalam album kedua mereka.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Ricardo Izecson Santos Leite

Mei 8, 2009 at 2:37 pm (Uncategorized)

Ricardo Izecson Santos Leite [Kaka]

 

Kaka, nama ini pernah mengecoh. Ini terjadi ketika manajer umum klub sepakbola Juventus, Luciano Moggi, berkomentar menertawakan, ketika nama Kaka beredar di bursa pemain-pemain baru dari Brazil, “Kaka? Kami tidak akan pernah mengontrak pemain dengan nama sperti itu!”

Namun yang celaka ternyata justru nama Luciano Moggi itu, karena akan ikut disebut setiap kali anekdot ini diceritakan kembali, yang memang selalu terjadi setiap kali Kaka membuktikan, betapa nama “seperti itu” tidak perlu mengalanginya menjadi salah satu pemain sepakbola besar yang pernah lahir di muka bumi. Tahun 2007, tak kurang dari dua gelar penting diraihnya sekaligus, European Footballer of the Year dan FIFA Player of the Year. Tak lebih dan tak kurang inilah berkat peranannya membawa AC Milan, tempat ia bergabung sekarang, menjadi juara Liga Champions Eropa; maupun menjadi juara Piala Dunia Antarklub FIFA, di Jepang. Dalam kejuaraan terakhir itu pun Kaka dinobatkan sebagai pemain terbaik.

Dalam usia 25 tahun, kaka bagaikan telah memiliki segalanya: ketampanan keterampilan, kemasyhuran dan kekayaan. Siapakah Kaka yang namanya semula dianggap aneh itu?


 

Sepuluh langkah ambisius

 

Ambisi bukanlah tabu dalam tradisi yang membentuk Kaka. Tim Vickery dalam laporannya bahkan menyebut-nyebut nama ilmuwan sosial Max Weber, untuk menghubungkan tradisi kerja keras dalam Protestanisme yang telah membentuk mentalitas baru, menumbuhkan industri dan kerja tetap, kepada apa yang disebut kebajikan. Protestanisme dalam puluhan tahun belakangan, telah melakukan langkah-langkah besar di Brazil yang mayoritasnya menganut Katolik, terutama di antara golongan miskin. Perubahan ke arah “kanan” dalam politik gereja Katolik, dan terkurangkan-nya perhatian kepada masalah sosial, menciptakan keadaan vakum yang telah diisi dalam skala tertentu oleh berbagai organisasi Protestan.

Adapun gereja evangelis yang disebut Renascer (kelahiran kembali) tempat Kaka tumbuh sangatlah berbeda, karena hanya melayani jemaat dari kelas menengah, dan lebih menekankan Protestanisme seperti yang dikemali Weber. Vickery kemudian juga mengutip sejarawan ekonomiDavid Landes, tentang tujuan sistem kepercayaan itu, “Membentuk jenis manusia baru yang rasional, teratur, rajin, produktif.” Suatu deskripsi yang sangat cocok dengan Kaka, yang dengan jelas menyatakan dalam salah satu wawancara awalnya di tahun 2002, bahwa kepercayaannya berhubungan langsung dengan kehendaknya mencapai sukses duniawi. “Ketika saya menyimpang dari jalan Tuhan, saya menangis,” katanya, meski dengan senyuman mengakui, bahwa salah satu tugasnya di tim Sao Paulo adalah sengaja melakukan pelanggaran, untuk menghentikan counter-attack pihak lawan. Tanpa harus merasa bersalah, ia menempatkan sepakbola dalam konteks bisnis. “Saya melihat diri saya sebagai perusahaan,” ujarnya, “Saya memberikan pelayanan kepada Sao Paulo. Saya harus melakukannya dengan baik. Jika perusahaan saya berjalan baik, maka klien saya, Sao Paulo, akan puas dengan saya. Maka sayapun akan mendapat bayaran dan menabungnya. Lantas saya akan mencari klien yang lebih besar, tim nasional atau klub luar negeri. Jika Sao Paulo mau menjual jasa saya, maka mereka dapat melakukannya.”

Sikap seperti ini, lebih teruji setelah Kaka mengalami kecelakaan di kolam renang pada tahun 2000. Tulang belakangnya retak ketika membentur dasar kolam, dan dikhawatirkan akan retak permanen. Tak kurang dari dua bulan dibutuhkan perawatan intensif, yang kesembuhannya justru dilihat Kaka sebagai tantangan baru.

Meski dalam tim yunior Sao Paulo pada 2001 ia cuma seorang pemain cadangan, dirancangnya “sepuluh langkah sukses” sebagai berikut: (1) bermain lagi; (2) direkrut Sao Paulo sebagai profesional; (3) termasuk dalam 25 anggota tim senior Sao Paulo; (4) termasuk dalam 18 anggota tim yang terlibat dalam permainan; [5] menjadi pemain starter dalam tim yang 11 orang; (6) bermain dalam Kejuaraan Dunia Yunior; (7) dipanggil masuk tim nasional senior Brazil; (8) bermain untuk Brazil; (9] ber-main dalam Piala Dunia; [10] pindah ke klub besar di Italia atau Spanyol.

 

 

Tidakkah Kaka, dalam usia belum 19 tahun, terlalu percaya diri? Dalam kenyataannya, urutan 1 sampai 9 dari sasaran itu berhasil dicapainya dalam waktu tak kurang dari 18 bulan! Aje gile! Sukses Kaka dimulai ketika pelatih Oswaldo Alvares mengambil peluang untuk mempromosikannya dalam tim profesional. Kaka mencetak dua gol dan Sao Paulo mengalahkan Botafogo dalam final turnamen Rio-Sao Paulo. Lahirlah fenomena baru yang dicatat pers sebagai “Caca” (”kaka”) – mengikuti ucapan adik kecilnya yang sulit mengucapkan “Ricardo”. Maka sang pahlawan yang mencetak gol itu mengumumkan, bahwa ia lebih suka namanya dieja sebagai “Kaka”.

Wajah tampan Kaka yang tergandakan begitu rupa oleh media massa membuat seluruh Brazil jatuh cinta kepadanya. Dalam bulan-bulan berikutnya, disebutkan betapa gadis-gadis remaja berteriak histeris sampai pingsan-pingsan setiap kali bola datang ke arah Kaka.

 

Pindah ke Milan & sepakbola eropa

 

Sebegitu jauh, riwayat seperti itu masih belum dianggap terlalu sukses, karena gelar kemenangan Rio-Sao Paulo hanyalah suatu gelar pra-musim kompetisi. Sao Paulo tak pernah meraih gelar apa pun sejak 1991, dan meski sempat memenangi Piala Libertadores, tahun berikut dan seterusnya bahkan tak lolos babak kualifikasi

Popularitas Kaka di Brazil kemudian membuat semua orang berharap kepadanya. Memang, klub Sao Paulo sering diejek sebagai klub “bambi” karena merupakan klub yang dimiliki kelompok elite kota itu, tentu dngan kaka, berkat latar be;akang kekayaannya, sebagai “bambi-in-chief”, bisa ditebak ap yang berlangsung ketika sukses tak kunjung diraih klub itu sendiri, yakni bahwa semua tanggung jawab solah terletak di punggung Kaka.

Seorang psikolog olahraga di Brazil, yang dipekerjakan untuk tim Piala Dunia 2002, Regina Brandao, berkata: “Ketika seorang pemain tampak menonjol, harapan kepadanya men-jadi tinggi. la terus mengulang tingkat permainan yang selalu sama, yang merupakan tanggung jawab terlalu banyak bagi anak usia 20 seperti Kaka.”

Ketika akhirnya pencari bakat dari klub-klub Eropa mengendusnya, dengan segera pada Agustus 2003 ia telah menginjak Kota Milan setelah ditransfer klub terkemuka dunia, AC Milan. Minggu-minggu pertama bukan tak dilaluinya dengan keraguan. Di tim Brazil, posisi Kaka tenggelam dalam bayang-bayang Rivaldo; jika bahkan Rivaldo di klub AC Milan tidak mendapat tempat yang tetap, akan bagaimanakah kiranya nasib Kaka?

Namun pelatih AC Milan yang berpengalaman, Carlo Ancelotti, icski tak pernah melihat permainannya segera tahu posisi terbaik Kaka, yang kemudian akan menjadi pemain dengan bayaran termahal di Italia. Jika diSao Paulo ia berperan hanya sebagai striker, sebagai penerima bola terakhir yang tugasnya mencetak gol, tetapi prakteknya beroperasi terlalu dalam, sehingga gaya langsungnya (tembakan akurat yang lurus) mu-dah dipatahkan; maka Ancelotti menempatkannya lebih dekat kepada striker lain, tetapi yang dilindungi oleh tiga pemain tengah di belakangnya. Jadi ia mesti menjemput bola itu sekitar 40 meter (yang bisa dilaluinya dalam 3,8 detik) dari ga-wang. Kaka berkembang dengan itu. la seperti telah siap untuk permainan sepakbola Eropa.

Sebaliknya, ini menjadi masalah ketika ia kembali ke tim Brazil, “Baik saya maupun Ronaldinho terbiasa dengan posisi yang tidak usah mengkhawatirkan pemain belakang lawan. Dengan hanya dua pemain tengah di belakang, kami harus bergerak lebih ke belakang, dan ini mengubah gaya permainan.” Dalam Piala Dunia 2006, Brazil tersingkir di perempat final oleh Prancis, karena kepiawaiam Zinedine Zidane membaca keadaan itu.

 

Top scorer

Meski begitu, dalam Liga Champions Eropa yang telah dimenangkan AC Milan, Ancelotti lagi-lagi mengubah strategi, dengan mendorong Clarence Seedorf maupun Kaka, yang keduanya semula bermain di tengah, ke depan. “Saya ter biasa bermain dengan dua pemain di depan saya,” ujar Kaka kepada Andrea de Pauli dari ESM, yang termuat dalam World Soccer edisi Musim Panas 2007, “Mula-mula saya merasa agak terpana, tetapi lantas saya sudah harus berusaha untuk belajar, untuk berubah, selama tim bermain lebih baik dengan cara itu dan merasa lebih se-imbang. Sedikit demi sedikit, saya mendapatkan gerak dan tempo yang disyaratkan dari posisi baru saya, dan saya se karang merasa sangat nyaman.”

Betapapun, posisi itu memang memberi peluang lebih bagi Kaka untuk mencetak gol – dan ia telah memanfaatkannya sam-pai menjadi top scorer dengan 10 gol pada Liga Champions Eropa 2006/2007 itu. Kini, dalam World Soccer edisi Januari 2008, seperti dituliskan Paddy Agnew, Ancelotti membebaskan Kaka bermain di posisi mana saja, ke mana saja insting membawanya.

Mengapa Kaka begitu mudah menyesuaikan diri, ketika “ma-salah kebudayaan” sering menjadi ganjalan utama para pe-main Brazil yang bermain di Eropa?

“Saya memang ingin bermain di Eropa. Saya putuskan untuk memanfaatkan kesempatan ini bukan hanya secara profesional, tetapi untuk berkembang sebagai pribadi. Saya memilih untuk menjadi bagian dari tempat ini, untuk belajar,” ujar Kaka,

Sangat religius,”Semua karenaTuhan” maksud dua tangan yang menunjuk ke langit setiap kali mencetak gol.

 

yang telah dengan penuh perhitungan memasang angka 10 untuk tingkat kesulitan yang akan dihadapinya, dan ternyata hanya mengalaminya sebagai 5 saja. “Saya suka apa pun yang ada di sini. Saya suka makanannya, saya belajar bahasanya, dan tentu ini membantu saya untuk menyatu dengan rekan-rekan tim saya,” kisahnya, lagi.

Penting diketahui, bahwa dengan pasti Kaka telah menjadi tokoh penting di AC Milan. “Kalau sudah bicara, ia seperti jauh lebih dewasa,” ujar Andrii She’vchenko, rekannya asal Ukraina yang sudah pindah ke klubChelsea di Inggris. “Ia seorang pemain berbakat, seseorang yang berkepribadian, dan Professional besar yang telah memenangkan rasa hormat siapapun,” ujar Ancelotti.

Sedangkan Emerson, sesama pemain Brazildi AC Milan yang lebih senior, berkata, “la memiliki kepemimpinan alamiah, yang dating dari kepribadiannya. Orang bisa melihat bahwa ia mampu mengungkapkan dirinya sendiri, bahwa ia telah mendapatkan pendidikan yang baik. Jadi ketika ia menyatakan pendapatnya, semua orang men-dengar.

 

Sepakbola dan pematangan kepribadian

Telah disebutkan bagaimana Kaka memandang sepakbola tak hanya sebagai pekerjaan, tetapi juga wahana pengembangan diri. Dalam hal itu, dengarkanlah bagaimana Kaka memandang Paolo Maldini, pemain belakang AC Milan dan Italia, satu dari sangat sedikit pemain belakang yang pernah menerima gelar FIFA Player of the Year, yang dalam usia 40 tahun masih membela klub maupun negerinya.

“Waktu saya datang ke Milan, Paolo adalah pemain yang saya pelajari dengan cermat,” katanya, “Saya selalu tersentak oleh kenyataan, bahwa pemain dengan sukses yang sudah begitu banyak dan sangat terkenal, selalu menjadi orang pertama yang tiba di tempat latihan, yang pertama dalam melakukan segalanya. Saya selalu bertanya kepada diri saya sendiri: ‘Dari manakah kiranya ia mendapat motivasi itu?’”

Pertanyaan itu dijawabnya sendiri, “Semua itu tergantung kepada kepribadian. Secara kon-stan ia selalu melakukannya dan ia adalah pemenang sejati. Begitulah ia telah dilahirkan, dan begitulah ia akan selalu melanjutkannya. Kita tidak bisa belajar dari hal-hal penting seperti itu di sembarang tempat. Kepribadiannya selalu menentukan perbedaannya dengan yang lain sepanjang kariernya.”

Nah, apakah Kaka, yang telah menikahi Caroline Celico pada 2005, dan tetap bertahan di AC Milan meski telah ditawar oleh klub Real Madrid sebesar 90 juta Euro, lantas ingin mengikuti seluruh prestasi Maldini, yang telah bermain setidaknya dalam delapan final Liga Champions Eropa? “Entahlah. Paolo mewakili suatu gaya, suatu kepemimpinan, seorang pemain yang fit 100 persen dalam definisi profesional sejati, dalam standar kemahiran tingkat tinggi permainan ini. Adalah suatu kehormatan bagi saya bermain dalam satu tim dengannya.”

Dengan demikian, jika kehidupan dari saat ke saat mestinya mematangkan kepribadian, sepakbola bukanlah perkecualian. •

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

lirik lagu baratzzzzzzz……

Mei 8, 2009 at 2:15 pm (Uncategorized)

Artist : My Chemical Romance
Lirik Lagu : My Chemical Romance – I Don’t Love You Lyrics

My Chemical Romance – I Don’t Love You Lyrics

When you go
Don’t ever think I’ll make you try to stay
And maybe when you get back
I’ll be off to find another way

And after all this time that you still owe
You’re still the good-for-nothing I am not
So take your gloves and get out
Better get out
While you can

When you go
Would you even turn to say
“I don’t love you
Like I did
Yesterday”

Sometimes I cry so hard from pleading
So sick and tired of all the needless needing
But baby when they knock you
Down and out
It’s where you oughta stay

And after all the blood that you still owe
Another dollar’s just another loan
So fix your eyes and get up
Better get up
While you can

When you go
Would you even turn to say
“I don’t love you
Like I did
Yesterday”

When you go
Would you have the guts to say
“I don’t love you
Like I loved you
Yesterday”

I don’t love you
Like I loved you
Yesterday

I don’t love you
Like I loved you
Yesterday

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

lirikz lagu AR Rahman ft pussycat dolls

Mei 8, 2009 at 2:07 pm (Uncategorized)

Lyrics Lirik Lagu The Pussycat Dolls – Jai Ho (OST Film Slumdog Millionaire)

I got (I got) shivers (shivers),
When you touch away,
I’ll make you hot,
Get what you got,
I’ll make you wanna say (Jai Ho)

I got (I got) fever (fever),
Running like a fire,
For you I will go all the way,
I wanna take you higher (Jai Ho)

I keep it steady uh-steady,
That’s how I do it.
This beat is heavy, so heavy,
You gonna feel it.

You are the reason that I breathe,
You are the reason that I still believe,
You are my destiny,
Jai Oh! Oh-oh-oh-oh!

No there is nothing that can stop us,
Nothing can ever come between us,
So come and dance with me,
Jai Ho! (oohh)

Catch me, catch me, catch me, c’mon, catch me,
I want you now,
I know you can save me, you can save me,
I need you now.

I am yours forever, yes, forever,
I will follow,
Anywhere in anyway,
Never gonna let go.

Escape (escape) away (away),
I’ll take you to a place,
This fantasy of you and me,
I’ll never lose my chance. (Jai Ho)

Yeaahhhh

I can (I can) feel you (feel you),
Rushing through my veins,
There’s an ocean in my heart,
I will never be the same. (Jai Ho)

Just keep it burnin’, yeah baby,
Just keep it comin’,
You’re gonna find out baby,
I’m one in a million.

You are the reason that I breathe,
You are the reason that I still believe,
You are my destiny,
Jai Oh! Oh-oh-oh-oh!

No there is nothing that can stop us,
Nothing can ever come between us,
So come and dance with me,
Jai Ho! (oohh)

Catch me, catch me, catch me, c’mon, catch me,
I want you now,
I know you can save me, you can save me,
I need you now.

I am yours forever, yes, forever,
I will follow,
Anywhere in anyway,
Never gonna let go.

I need you,
Gonna make it,
I’m ready,
So take it!

You are the reason that I breathe,
You are the reason that I still believe,
You are my destiny,
Jai Oh! Oh-oh-oh-oh!

No there is nothing that can stop us,
Nothing can ever come between us,
So come and dance with me,
Jai Ho! (oohh)

Jai Ho!

Baila baila!

Jai Ho!

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

haLo TemAn-tEmAN….^_^

September 8, 2008 at 12:40 am (Uncategorized)

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Permalink 2 Tanggapan